Jumat, 08 Maret 2013

Tak Ada Yang Abadi



Satu pertanyaan yang ternyata memang sulit untuk bisa saya jawab,di satu sisi kini saya mulai jenuh dengan birokrasi yang sedang terjadi,di sisi lain naluri relawanku masih sedemikian besar serta menggebu untuk aktif dalam kegiatan kepalang merahan,namun di sisi yang lain saya harus berusaha untuk menemukan kepingan-kepingan harapan untuk melanjutkan masa depanku.
Tidak terasa setelah saya melihat kebelakang ternyata sudah berada hampir 5 tahun aktif dalam kegiatan kepalang merahan kab Temanggung,menyandang setatus KSR (Korps Suka Rela) PMI KAB TEMANGGUNG yang katanya kami merupakan ujung tombak PMI di lapangan terlebih disaat terjadi bencana,namun kami hanyalah relawan yang seharusnya mampu melawan apa bila terjerat birokrasi yang kami anggap lamban dalam melakukan penanganan bencana,namun apalah daya KSR bukanlah penentu kebijakan namun kadang kami hanya merasa di injak-injak.Kembali ke relawan yang mengandung arti melakukan sesuatu dengan keinginan sendiri tanpa harus meminta imbalan apapun,sedikitpun,dan tidak menuntut  apapun.Apakah ini adalah arti relawan untuk KSR PMI TEMANGGUNG?
Pasrah,nrimo,ridlo,rela dan brusaha selalu di tuntut untuk ikhlas serta memiliki prinsip kondisional mungkin inilah gambaran kami.namun kami memiliki sebuah tujuan disamping menjalankan visi atau misi Palang merah dan bulan sabit merah internasional yaitu kami semua mendapatkan pahala yang lebih besar,abadi,serta menjamin kesejahteraan kami di kehidupan mendatang semoga tuhan memberikan kekuatan serta ketabahan kepada seluruh insan yang tergabung dalam wadah sumber daya manusia pmi khususnya Korps Suka Rela (KSR),Amiin.
Mungkin memang benar saat ini saya sedang bimbang memikirkan jawaban atas pertanyaan teman saya itu..okey lah dari pada mengelantur kemana-mana malah jadi salah ma orang lain lebih baik saya menghibur diriku dengan hal yang mampu membangun pikiran agar lebih bijaksana.
“Saya harus belajar untuk mengurangi tidak untuk menghilangkan,saya harus belajar melepaskan tidak meninggalkan” kalimat yang tiba-tiba muncul dalam benak saya karena saya sadar karena segala sesuatunya senantiasa berubah,maka memang perlu untuk bersikap sehat dalam melepaskan yang lama dan menerima yang baru.
Sedikit membicarakan hukum pastinya saya teringat akan hukum adat,hukum perdata,hukum agama,dan masih banyak lagi hukum.Ada kalimat yang mengatakan “Kita adalah bagian dari alam semesta seperti halnya bintang dan pepohonan dan kita memang memiliki hak untuk tinggal disini,dan entah kita memahami atau tidak alam ini akan membuka dirinya”.
Saya ini adalah bagian dari alam semesta dan hidupku inipun di atur oleh hukum yang sama dengan yang mengatur bagian-bagian lainnya.Di dunia ini ada prinsip dan hukum alam yang mempengaruhi hidup setiap menit,setiap hari..misalnya saja tentang hukum grafitasi jika sekantong kentang yang kita pegang tiba-tiba jatuh kemudian menimpa ibu jari kita maka kita akan ingat akan hukum tersebut.Kita juga dapat melihat perlakuan hukum grafitasi terhadap gedung tua dan orang tua yaitu mereka melengkung dan bahkan terjatuh,bahkan tidak di pungkiri menerima hukum yang mengatur orbit planet-planet,siklus ombak,siklus erupsi gunung api,gempa bumi serta tsunami dan pergantian musim.
Bila memang benar saat ini saya dalam keadaan bimbang maka saya brusaha menghibur diriku dengan bilang bahwa hal ini merupakan salah satu karakteristik yang sudah di bilang khas pada manusia,karakter yang khas itu adalah perjuangannya untuk merasakan arti dan maksut hidup karena manusia pada dasarnya selalu dalam pencarian makna dan identitas pribadi.
Dan saya percaya bahwa kita itu mampu menemukan nilai-nilai baru dalam hidup yang sedang kita jalani ini.
Mungkin saat ini saya memang sedang ada dalam sebuah halaman buku yang dengan cepat di lewati dan tidak ada orang yang tergerak untuk membaca halaman tersebut,sebaiknya bila kita menyadari jikalau tidak di terima secara terbuka sebaiknya kita memang harus lekas-lekas instropeksi diri.
Mungkin saat ini saya sedang merasa cemas sebagaimana dengan resolusi tahun 2012 ku..
Meski begitu sebaiknya saya melupakan hal buruk yang kemarin saya alami,membutuhkan proses serta tahapan-tahapan memang,yang  harus saya sadari adalah kecemasan merupakan produk samping dari perubahan.
Bentuk kecemasan yang kontruktif adalah fungsi dari penerimaan kita atas kesendirian meskipun pada saatnya nanti kita menemukan teman pada dasarnya kita tetap sendiri.
Apakah kita mau menjadi orang yang mudah serta terlalu cepat melarikan diri dalam pola-pola yang menyenangkan namun sifatnya sementara??
Saya yakin kita akan jawabnya Tidak!
Dengan begitu kita memang tidak perlu menutupi keadaan yang sebenarnya,karena memang itulah kenyataannya.
Kecemasan itu sebenarnya hanya ada pada diri kita sendiri  karena apa?karena kita merasa gagal.
Namun kegagalan itu bukan karena kita tidak mampu menaklukkan nasib melainkan waktu dan kesempatan yang belum tepat saja.
Semoga saya segera mampu menemukan serta memperoleh pilihan yang terbaik…….amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar